Pelajaran Dari Sebuah Balon

Posted by: Nisrina Arsyad Masturo on Wednesday, February 20, 2013

            Suatu hari di sekolah SMA seorang guru agama menyuruh kepada muridnya untuk membawa 2 buah balon. Guru itu membagi satu kelas menjadi empat kelompok.
“Setiap anak membawa 2 balon. Di sana sudah di sediakan kursi sebagai finish. Dan garis hitam in sebagai startnya. Tugasnya adalah kalian meniup balon kalian terserah seberapa besar lalu lepaskan seberapa jauh balon ada mendarat lalu tiup lagi dan lepaskan hingga kalian sampai di garis finish. Hitung berapa tiupan yang anda lakukan hingga mencapai finish. Mengerti?”
“Mengerti” seru para murid itu serempak. Kelompok pertama maju dan melaksankan tugasnya. Letusan balon mulai terdengar. Sampai pada kelompok 4 banyak serpihan letusan balon dan ada balon yang tersangkut.
“Jangan ada yang mengambil balon lagi, cukup 2. Jika sudah meletus semua silahkan kembali di belakang garis start” Di lanjutkan dengan 2, 3 dan kelompok terakhir.
Setelah semuanya selesai melaksanakan tugasnya. Semua murid di kumpulan kembali di tengah tengah ruangan.
“Pelajaran apa yang dapat kalian ambil hari ini” guru itu bertanya ke salah satu murid yang dia tunjuk
“Melatih kesabaran untuk mencapai finish, berlomba menjadi yang terbaik untuk suatu kompetisi” salah satu murid itu menjawab setengah berfikir.
“Karena kalian anak ipa pelajaran apa yang bercampur dalam kegiatan ini?” guru itu menunjuk anak lain untuk menjawab pertanyaannya.
“Al-Islam, Fisika, Kimia, biologi, olahraga”
 “Apa ada yang takut dengan balon?” saat pertanyaan ini terucap. salah satu anak mengangkat tangannya.
“Ada trauma? Atau yang lain”
“Dulu waktu niup balon pernah meletus di mulut lalu berdarah”
“Ada yang lain?” guru itu meyakinkan. Semuanya diam hening dalam ruangan itu.
“Mungkin di kalian banya yang bertanya untuk apa pelajaran hari ini” semuanya mengangguk menyetujui “Secara tidak sadar kalian telah mempratik kan tentang takdir. Yaitu qada’ dan qadar”guru itu terdiam sejenak melihat keadaan muridnya yang mulai heran dengan ini “Anggaplah garis start adalah di saat kalian lahir, menghirup udara dunia ini. Dan perjalanan kalian untuk mencapai tanda finish adalah perjalanan kalian untuk mengahiri perjalanan kalian. Di tengah kalian meniup balon ada yang tersangkut, meletus atau halangan yang lain itu adalah cobaan yang kalian hadapi selama perjalanan kalian untuk mencapai akhir dari kehidupan ini yang merupakan takdir. Hidup bisa di ibaratkan seperti itu” semua murid mulai mengerti dan mengangguk menyetujui.

Comments to Pelajaran Dari Sebuah Balon



Super Sekali




iki bella kan ?




iya knapa fir?



Post a Comment

Pelajaran Dari Sebuah Balon

Posted by: Nisrina Arsyad Masturo on Wednesday, February 20, 2013

            Suatu hari di sekolah SMA seorang guru agama menyuruh kepada muridnya untuk membawa 2 buah balon. Guru itu membagi satu kelas menjadi empat kelompok.
“Setiap anak membawa 2 balon. Di sana sudah di sediakan kursi sebagai finish. Dan garis hitam in sebagai startnya. Tugasnya adalah kalian meniup balon kalian terserah seberapa besar lalu lepaskan seberapa jauh balon ada mendarat lalu tiup lagi dan lepaskan hingga kalian sampai di garis finish. Hitung berapa tiupan yang anda lakukan hingga mencapai finish. Mengerti?”
“Mengerti” seru para murid itu serempak. Kelompok pertama maju dan melaksankan tugasnya. Letusan balon mulai terdengar. Sampai pada kelompok 4 banyak serpihan letusan balon dan ada balon yang tersangkut.
“Jangan ada yang mengambil balon lagi, cukup 2. Jika sudah meletus semua silahkan kembali di belakang garis start” Di lanjutkan dengan 2, 3 dan kelompok terakhir.
Setelah semuanya selesai melaksanakan tugasnya. Semua murid di kumpulan kembali di tengah tengah ruangan.
“Pelajaran apa yang dapat kalian ambil hari ini” guru itu bertanya ke salah satu murid yang dia tunjuk
“Melatih kesabaran untuk mencapai finish, berlomba menjadi yang terbaik untuk suatu kompetisi” salah satu murid itu menjawab setengah berfikir.
“Karena kalian anak ipa pelajaran apa yang bercampur dalam kegiatan ini?” guru itu menunjuk anak lain untuk menjawab pertanyaannya.
“Al-Islam, Fisika, Kimia, biologi, olahraga”
 “Apa ada yang takut dengan balon?” saat pertanyaan ini terucap. salah satu anak mengangkat tangannya.
“Ada trauma? Atau yang lain”
“Dulu waktu niup balon pernah meletus di mulut lalu berdarah”
“Ada yang lain?” guru itu meyakinkan. Semuanya diam hening dalam ruangan itu.
“Mungkin di kalian banya yang bertanya untuk apa pelajaran hari ini” semuanya mengangguk menyetujui “Secara tidak sadar kalian telah mempratik kan tentang takdir. Yaitu qada’ dan qadar”guru itu terdiam sejenak melihat keadaan muridnya yang mulai heran dengan ini “Anggaplah garis start adalah di saat kalian lahir, menghirup udara dunia ini. Dan perjalanan kalian untuk mencapai tanda finish adalah perjalanan kalian untuk mengahiri perjalanan kalian. Di tengah kalian meniup balon ada yang tersangkut, meletus atau halangan yang lain itu adalah cobaan yang kalian hadapi selama perjalanan kalian untuk mencapai akhir dari kehidupan ini yang merupakan takdir. Hidup bisa di ibaratkan seperti itu” semua murid mulai mengerti dan mengangguk menyetujui.

Comments to Pelajaran Dari Sebuah Balon



Super Sekali




iki bella kan ?




iya knapa fir?



Post a Comment

hy readers! my real name Nisrina Nabillah. you can call me Nisrina or bella. 17years old. Muhammadiyah 2 Senior High School. just ordinary girl. enjoy guys. :)
This site talk about me, my friends, my mind, my life, talk about life, lofe, and laugh.
Put links to your affiliates/link exchanges
just me and my self.
Contact form here, maybe?