Suatu hari di sekolah SMA seorang guru agama menyuruh
kepada muridnya untuk membawa 2 buah balon. Guru itu membagi satu kelas menjadi
empat kelompok.
“Setiap anak membawa 2
balon. Di sana sudah di sediakan kursi sebagai finish. Dan garis hitam in
sebagai startnya. Tugasnya adalah kalian meniup balon kalian terserah seberapa
besar lalu lepaskan seberapa jauh balon ada mendarat lalu tiup lagi dan
lepaskan hingga kalian sampai di garis finish. Hitung berapa tiupan yang anda
lakukan hingga mencapai finish. Mengerti?”
“Mengerti” seru para
murid itu serempak. Kelompok pertama maju dan melaksankan tugasnya. Letusan balon mulai terdengar. Sampai
pada kelompok 4 banyak serpihan letusan balon dan ada balon yang tersangkut.
“Jangan ada yang
mengambil balon lagi, cukup 2. Jika sudah meletus semua silahkan kembali di
belakang garis start” Di lanjutkan dengan 2, 3 dan kelompok terakhir.
Setelah semuanya
selesai melaksanakan tugasnya. Semua murid di kumpulan kembali di tengah tengah
ruangan.
“Pelajaran apa yang
dapat kalian ambil hari ini” guru itu bertanya ke salah satu murid yang dia
tunjuk
“Melatih kesabaran
untuk mencapai finish, berlomba menjadi yang terbaik untuk suatu kompetisi”
salah satu murid itu menjawab setengah berfikir.
“Karena kalian anak ipa
pelajaran apa yang bercampur dalam kegiatan ini?” guru itu menunjuk anak lain
untuk menjawab pertanyaannya.
“Al-Islam, Fisika,
Kimia, biologi, olahraga”
“Apa ada yang takut dengan balon?” saat
pertanyaan ini terucap. salah satu anak mengangkat tangannya.
“Ada trauma? Atau yang lain”
“Dulu waktu niup balon pernah meletus di mulut lalu
berdarah”
“Ada yang lain?” guru
itu meyakinkan. Semuanya diam hening dalam ruangan itu.
“Mungkin di kalian
banya yang bertanya untuk apa pelajaran hari ini” semuanya mengangguk
menyetujui “Secara tidak sadar kalian telah mempratik kan tentang takdir. Yaitu
qada’ dan qadar”guru itu terdiam sejenak melihat keadaan muridnya yang mulai
heran dengan ini “Anggaplah garis start adalah di saat kalian lahir, menghirup
udara dunia ini. Dan perjalanan kalian untuk mencapai tanda finish adalah
perjalanan kalian untuk mengahiri perjalanan kalian. Di tengah kalian meniup
balon ada yang tersangkut, meletus atau halangan yang lain itu adalah cobaan
yang kalian hadapi selama perjalanan kalian untuk mencapai akhir dari kehidupan
ini yang merupakan takdir. Hidup bisa di ibaratkan seperti itu” semua murid
mulai mengerti dan mengangguk menyetujui.

Post a Comment