Posted by: Nisrina Arsyad Masturo on Friday, August 2, 2013
Entah kenapa hari ini aku merasa hari yang brbeda dengan hari hari yang lainnya.
Sebuah ninja merah dengan helm teropong berwarna merah juga, memasuki halaman parkir salah satu tempat makan yang ada di kotaku. Aku dan teman teman lain sengaja memesan rumah makan ini untuk acara yang kami buat mungkin untuk terakhir kalinya sebelum kita benar benar berpisah karena kesibukan kuliah.
"Rizal sya" panas menjalar di seluruh tubuhku begitu aku melihat dia yang selama ini tanpa kabar setelah wisuda kala itu. Aku tersenyum ke arahnya setelah dia membuka helm dan menyalamiku dan temen di sebelahku.
"Mik, aji mau kesini"
"Mau ikut buber juga?" Tanyaku heran
"Enggak, dia mau jemput aku, ntar di anterin ke sini lagi" aku melongo. Tak lama aji cowok marsya sudah di depan parkiran dan marsya berjalan menjauh, hanya tinggal aku dan rizal di parkiran. Kebiasaan anak anak selalu aja telat.
"Kamu sekarang sama siapa?" Kalimat pertama pembuka kebisuan di antara kami.
"Lagi sendiri. Kamu pasti sudah" aku mengerti arah pembicaraan ini. Dia hanya tersenyum menjawab pertanyaanku.
"Masuk mana?" Aku mengalihkan pembicaraan.
"Belum, masih nunggu pendaftaran yang lain, kamu mana?"
"Nunggu pengumuman. Gagal dimana sih?" Aku penasaran dari awal aku mendengar kabar yang tidak terlalu jelas dari orang lain. Akhirnya cerita panjang lebar pun aku dengar kan.
"Hai, cuma kalian berdua yang udah dateng?" Ria tersenyum nakal melihatku asik mengobrol.
"Tadi sih udah ada marsya cuma dia lagi kencan, hehe. Ntar balik kok" aku menunjuk motor marsya.
"Kalian balikan?" Aku tersedak mendengar kalimat itu.
"Ya enggak lah ri" lalu kami sama sama tertawa. Tak lama banyak anak yang mulai berdatangan dan memesan makanan.
Mungkin sekitar dua tahun lalu rasa itu mulai berkembang.
Hape ku berbunyi, sebuah sms masuk.
"Mik, ini rizal. Punya nomernya eka?" Itu sms pertama kali entah darimana dia mendapatkan nomerku. Aku membalas hanya memberikan sederet nomer.
"Thx" hanya itu balasan yang aku terima.
Lama kelamaan entah mengapa dia sering curhat mengenai eka ke padaku. Aku menaggapinya sesuai dengan sikapku. Cuek. Ya, aku duu memang terlalu cuek. Kalo dia tanyak ya aku jawab. Minta pendapat ya di kasih. Yah itulah aku dulu.
Hingga akhirnya hari itu dia menyatakan sesuatu di luar dugaanku.
"Bukannya kamu suka sama eka?" Tanyaku lewat sms waktu itu.
"Semuanya sudah berubah" aku tidak membalas sms terakhir itu. Mungkin tidak ada kata menyerah dalam kamusnya. Hingga akhirnya dia adalah orang yang pertama kali meluluh lantakkan tembok yang aku bangun di dalam batin ini. Dan terbalaskan dengan cara yang berbeda. Ini pengalaman pertama. Aku menjalaninya dengan cara yang baik. Hingga 8 hari itu berlalu.
"Udahan yuk?" Aku mengirim pesan itu ke rizal. Entah apa yang aku fikirkan waktu itu.
"Kok gitu?"
"Entahlah, kayak ada yang bebeda dengan semuanya" dari situ sms ku mulai tidak ada balasan.
Hari masuk sekolah setelah libur yang sangat panjang. Aku seperti lari dari kenyataan. Hari pertama masuk sekolah, Masuk kelas hanya sekedar menaruh tas dan ke kelas tetangga. Sahabatku pada saat itu. Aku melihatnya duduk di bangku tengah sedang menunduk.
Hari hari berlalu menjadi minggu, dan bulan.
Hari itu aku suasana antara aku dan rizal mulai mencair. Canda tawa ternyata masih hangat di telingaku. Entah kenapa panas langung menjalar ke badanku begitu aku tau rizal sudah bersama dengan yang lain, yang aku dengar dari marsya, tempat curhatku. Apa aku masih cemburu? Apa aku masih sayang?. Mulai saat itu aku mulai menjadi manusia cuek yang super pendiam.
Kenaikan kelas 3. Aku masih satu kelas dengan rizal.
Untuk yang kedua kalinya aku kembali ke hatinya. Kali ini aku ingin berhati hati. Aku ingin kali ini semuanya berbeda. Berjalan berbulan bulan akhirnya aku tahu dia masih memakai benda itu. Rokok. Aku benci benda itu. Sepele sih bagi semua orang. Konyol. Aku memang berfikir ini kan hal sepele. Tapi kalo memang sudah prinsip hidup? Aku bertanya pada diriku sendiri.
Akhirnya tembok yang runtuh telah aku bangun di dalam batinku. Karena aku ingin konsentrasi dengn UN dan segala macam hl yang harus aku jalani, aku lupa dengan semua cerita lama itu.
Hingga akhirnya 1 minggu yang lalu, ada perasaan aneh berdesir di antara ruang batinku. Aku merindukannya. Aku menangis dalam diam. Tidak ada yang tahu. Aku cerita ke marsya, sedikit tenang.
Hingga akhirnya hari ini aku bertemu dengannya secara langsung. Dan rindu itu terobati dengan sendirinya. Simple right?
Comments to TAAAADAAAA!!!!!
Posted by: Nisrina Arsyad Masturo on Friday, August 2, 2013
Entah kenapa hari ini aku merasa hari yang brbeda dengan hari hari yang lainnya.
Sebuah ninja merah dengan helm teropong berwarna merah juga, memasuki halaman parkir salah satu tempat makan yang ada di kotaku. Aku dan teman teman lain sengaja memesan rumah makan ini untuk acara yang kami buat mungkin untuk terakhir kalinya sebelum kita benar benar berpisah karena kesibukan kuliah.
"Rizal sya" panas menjalar di seluruh tubuhku begitu aku melihat dia yang selama ini tanpa kabar setelah wisuda kala itu. Aku tersenyum ke arahnya setelah dia membuka helm dan menyalamiku dan temen di sebelahku.
"Mik, aji mau kesini"
"Mau ikut buber juga?" Tanyaku heran
"Enggak, dia mau jemput aku, ntar di anterin ke sini lagi" aku melongo. Tak lama aji cowok marsya sudah di depan parkiran dan marsya berjalan menjauh, hanya tinggal aku dan rizal di parkiran. Kebiasaan anak anak selalu aja telat.
"Kamu sekarang sama siapa?" Kalimat pertama pembuka kebisuan di antara kami.
"Lagi sendiri. Kamu pasti sudah" aku mengerti arah pembicaraan ini. Dia hanya tersenyum menjawab pertanyaanku.
"Masuk mana?" Aku mengalihkan pembicaraan.
"Belum, masih nunggu pendaftaran yang lain, kamu mana?"
"Nunggu pengumuman. Gagal dimana sih?" Aku penasaran dari awal aku mendengar kabar yang tidak terlalu jelas dari orang lain. Akhirnya cerita panjang lebar pun aku dengar kan.
"Hai, cuma kalian berdua yang udah dateng?" Ria tersenyum nakal melihatku asik mengobrol.
"Tadi sih udah ada marsya cuma dia lagi kencan, hehe. Ntar balik kok" aku menunjuk motor marsya.
"Kalian balikan?" Aku tersedak mendengar kalimat itu.
"Ya enggak lah ri" lalu kami sama sama tertawa. Tak lama banyak anak yang mulai berdatangan dan memesan makanan.
Mungkin sekitar dua tahun lalu rasa itu mulai berkembang.
Hape ku berbunyi, sebuah sms masuk.
"Mik, ini rizal. Punya nomernya eka?" Itu sms pertama kali entah darimana dia mendapatkan nomerku. Aku membalas hanya memberikan sederet nomer.
"Thx" hanya itu balasan yang aku terima.
Lama kelamaan entah mengapa dia sering curhat mengenai eka ke padaku. Aku menaggapinya sesuai dengan sikapku. Cuek. Ya, aku duu memang terlalu cuek. Kalo dia tanyak ya aku jawab. Minta pendapat ya di kasih. Yah itulah aku dulu.
Hingga akhirnya hari itu dia menyatakan sesuatu di luar dugaanku.
"Bukannya kamu suka sama eka?" Tanyaku lewat sms waktu itu.
"Semuanya sudah berubah" aku tidak membalas sms terakhir itu. Mungkin tidak ada kata menyerah dalam kamusnya. Hingga akhirnya dia adalah orang yang pertama kali meluluh lantakkan tembok yang aku bangun di dalam batin ini. Dan terbalaskan dengan cara yang berbeda. Ini pengalaman pertama. Aku menjalaninya dengan cara yang baik. Hingga 8 hari itu berlalu.
"Udahan yuk?" Aku mengirim pesan itu ke rizal. Entah apa yang aku fikirkan waktu itu.
"Kok gitu?"
"Entahlah, kayak ada yang bebeda dengan semuanya" dari situ sms ku mulai tidak ada balasan.
Hari masuk sekolah setelah libur yang sangat panjang. Aku seperti lari dari kenyataan. Hari pertama masuk sekolah, Masuk kelas hanya sekedar menaruh tas dan ke kelas tetangga. Sahabatku pada saat itu. Aku melihatnya duduk di bangku tengah sedang menunduk.
Hari hari berlalu menjadi minggu, dan bulan.
Hari itu aku suasana antara aku dan rizal mulai mencair. Canda tawa ternyata masih hangat di telingaku. Entah kenapa panas langung menjalar ke badanku begitu aku tau rizal sudah bersama dengan yang lain, yang aku dengar dari marsya, tempat curhatku. Apa aku masih cemburu? Apa aku masih sayang?. Mulai saat itu aku mulai menjadi manusia cuek yang super pendiam.
Kenaikan kelas 3. Aku masih satu kelas dengan rizal.
Untuk yang kedua kalinya aku kembali ke hatinya. Kali ini aku ingin berhati hati. Aku ingin kali ini semuanya berbeda. Berjalan berbulan bulan akhirnya aku tahu dia masih memakai benda itu. Rokok. Aku benci benda itu. Sepele sih bagi semua orang. Konyol. Aku memang berfikir ini kan hal sepele. Tapi kalo memang sudah prinsip hidup? Aku bertanya pada diriku sendiri.
Akhirnya tembok yang runtuh telah aku bangun di dalam batinku. Karena aku ingin konsentrasi dengn UN dan segala macam hl yang harus aku jalani, aku lupa dengan semua cerita lama itu.
Hingga akhirnya 1 minggu yang lalu, ada perasaan aneh berdesir di antara ruang batinku. Aku merindukannya. Aku menangis dalam diam. Tidak ada yang tahu. Aku cerita ke marsya, sedikit tenang.
Hingga akhirnya hari ini aku bertemu dengannya secara langsung. Dan rindu itu terobati dengan sendirinya. Simple right?
Comments to TAAAADAAAA!!!!!
hy readers! my real name Nisrina Nabillah. you can call me Nisrina or bella. 17years old. Muhammadiyah 2 Senior High School. just ordinary girl. enjoy guys. :)
This site talk about me, my friends, my mind, my life, talk about life, lofe, and laugh.
Post a Comment